Berita Terkini
Dzulqa’dah: Momentum Menata Niat, Sebelum Ibadah Kurban
Bulan Dzulqa’dah sering kali disebut sebagai bulan "istirahat". Namun, dalam tradisi Islam, istirahat bukan berarti berhenti beramal. Bagi seorang mukmin, Dzulqa’dah adalah masa i’dad atau persiapan. Jika Dzulhijjah adalah puncak ibadah (Haji dan Kurban), maka Dzulqa’dah adalah fondasi tempat kita membangun niat tersebut.
Mengapa kita perlu memberikan perhatian khusus pada bulan ini? Berikut adalah tiga hal penting yang bisa kita renungkan:
1. Memperbaiki Niat Sebelum Berbagi
Bulan ini adalah waktu yang tepat untuk bertanya pada diri sendiri: "Tahun ini, apakah saya sudah siap berkurban?". Seringkali kita terjebak pada persiapan teknis saja, seperti mencari hewan kurban yang besar atau menabung uangnya.
Namun, Dzulqa’dah mengingatkan kita untuk menata hati agar ibadah kurban nantinya murni karena Allah, bukan karena gengsi atau sekadar rutin tahunan. Rasulullah SAW bersabda bahwa amal itu tergantung pada niatnya, dan bulan haram seperti Dzulqa’dah adalah waktu terbaik untuk memurnikan niat tersebut.
2. Melatih Sifat Dermawan Lebih Awal
Jangan menunggu hari raya Idul adha untuk menjadi dermawan. Bulan Dzulqa’dah adalah "pemanasan" yang luar biasa. Dengan memperbanyak infak dan sedekah di bulan ini, kita sedang melunakkan hati yang mungkin sempat mengeras karena urusan duniawi.
3. Mencari Keberkahan dalam Ketenangan
Dzulqa’dah mengajarkan kita untuk tidak terburu-buru. Dalam ketenangan bulan ini, kita diajak untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Apakah tetangga kita sudah bisa makan dengan layak? Apakah mereka memiliki akses kesehatan yang cukup?
Inilah mengapa BAZNAS Mimika tetap aktif melakukan pendampingan warga di tingkat kelurahan meski di luar bulan-bulan "ramai" ibadah. Karena bagi kami, memberikan rasa tenang kepada kaum fakir miskin adalah cara terbaik memuliakan bulan Dzulqa’dah yang artinya "duduk dalam kedamaian".
Penutup: Siapkan Bekal Terbaik
Mari kita manfaatkan sisa hari di bulan Dzulqa’dah ini untuk memperbanyak amal jariyah. Sebelum kita menyembelih hewan kurban di bulan depan, mari kita hilangkan dulu sifat kikir dalam diri kita dengan berbagi melalui zakat dan infak sekarang juga.
Setiap rupiah yang Sahabat titipkan melalui BAZNAS Mimika adalah benih kebaikan yang akan tumbuh subur, memberikan manfaat bagi umat, dan insya Allah menjadi saksi pembela kita di akhirat kelak.
05/05/2026 | MF
Wujudkan Layanan Kesehatan Inklusif, BAZNAS Mimika Dampingi Warga Urus BPJS Gratis di Kamoro Jaya
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mimika terus berkomitmen menjembatani masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan hak dasar kesehatan. Pada Senin (4/5/2026), BAZNAS Mimika melalui Wakil Ketua II Bidang Penyaluran dan Pendistribusian turun langsung melakukan pendampingan pengurusan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) bagi warga yang kurang mampu.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 11.00 WIT ini berlokasi di Kantor Kelurahan Kamoro Jaya. Pendampingan ini merupakan langkah awal yang krusial agar warga kurang mampu dapat terdaftar dalam program BPJS Gratis yang dibiayai oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mimika.
Kolaborasi Lintas Instansi
Kehadiran tim BAZNAS Mimika disambut hangat oleh pihak kelurahan. Turut hadir memantau langsung proses administrasi tersebut, Lurah Kamoro Jaya, Bapak Musdahlifa, S.E. Beliau mengapresiasi langkah jemput bola yang dilakukan oleh BAZNAS dalam membantu warga melengkapi berkas kependudukan dan surat keterangan yang dibutuhkan.
"Sinergi ini sangat membantu kami di tingkat kelurahan. Dengan pendampingan dari BAZNAS, warga jadi lebih paham alur birokrasi dan merasa terbantu dalam memenuhi persyaratan administrasi untuk jaminan kesehatan mereka," ujar Bapak Musdahlifa di sela-sela kegiatan.
Langkah Berkelanjutan ke Dinas Sosial
Proses tidak berhenti di tingkat kelurahan saja. Setelah seluruh dokumen SKTM dinyatakan lengkap dan ditandatangani, Tim Bidang Penyaluran BAZNAS Mimika segera mendampingi keluarga bersangkutan menuju Dinas Sosial Kabupaten Mimika.
Di Dinas Sosial, berkas-berkas tersebut diserahkan untuk diproses lebih lanjut agar nama-nama warga yang diusulkan dapat segera masuk ke dalam basis data penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan dari Pemda Mimika.
Komitmen Kemanusiaan
Wakil Ketua II BAZNAS Mimika menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan bentuk kepedulian nyata dalam memastikan tidak ada warga Mimika yang terhambat mendapatkan layanan kesehatan karena kendala biaya atau ketidaktahuan prosedur.
Melalui pendampingan ini, BAZNAS Mimika berharap beban masyarakat dapat teringankan, sejalan dengan misi asnaf fakir dan miskin dalam pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara profesional dan transparan
05/05/2026 | MF
UPZ Hasyim Muzadi Resmi Terbentuk, Perkuat Sinergi ZIS di Mimika
?TIMIKA – Langkah nyata dalam penguatan tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kembali dilakukan oleh BAZNAS Kabupaten Mimika. Pada Ahad (03/05/2026), Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Hasyim Muzadi resmi terbentuk di Pondok Pesantren Ulumul Qur’an Hasyim Muzadi, Karang Senang SP.3, Timika, Papua Tegah yang dirangkaikan dengan Pengajian Pekanan PAC Ansor Banser Kuala Kencana.
?Penyerahan Surat Keputusan (SK) dilakukan langsung oleh Wakil Ketua 1 Bidang Pengumpulan BAZNAS Mimika, Ustadz H. Absir Budi Hamzah, SE., M.Pd, kepada Ketua UPZ terpilih Muklas Wahyudi, A.md. Dalam sambutannya, Ustadz Absir menegaskan bahwa BAZNAS adalah salah satu lembaga Pemerintah Non Struktural yang mandiri yang melaporkan kinerjanya kepada Presiden melaui Meteri Agama, sesuai UU. No. 23 Tahun 2011, sedangkan UPZ adalah perpanjangan tangan resmi BAZNAS di daerah.
?"UPZ berfungsi mengumpulkan dan mengelola ZIS yang kemudian dilaporkan secara berkala kepada BAZNAS Kabupaten Mimika. Kami berharap ke depan tercipta laporan yang akurat, transparan, dan akuntabel," ujar Ustadz Absir.
?Ketua UPZ Hasyim Muzadi, Muklas Wahyudi menyatakan kesiapannya mengemban amanah ini dan mengajak seluruh jajaran pengurus untuk bekerja sama demi kemajuan umat.
?Senada dengan hal tersebut, Pimpinan Pondok, Gus Mursyid Adi Saputra Alhafidz, S.Ag, menyampaikan bahwa selama ini operasional dan pembangunan pondok bertumpu pada swadaya masyarakat. Beliau berharap kehadiran UPZ ini menjadi jembatan sinergi dengan BAZNAS Mimika guna membangun kemaslahatan umat yang jauh lebih besar.
?"Semoga ke depan terjalin kerjasama yang lebih kuat untuk memberikan yang terbaik bagi para santri dan pengabdian kepada masyarakat," pungkas Gus Mursyid.
04/05/2026 | Sir
Berita Pendistribusian

Siapkan Penyaluran Bantuan Tahap III untuk Korban Banjir dan Longsor di Tamiang
Upaya membantu para korban bencana banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang terus berlanjut. Memasuki tahap ketiga, persiapan penyaluran bantuan kembali dilakukan guna memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara optimal.
Kegiatan persiapan penyaluran bantuan ini dilaporkan pada Selasa (10/2/2026). Pelaksanaan penyaluran nantinya akan dilakukan oleh Baznas Tanggap Bencana (BTB) Republik Indonesia yang saat ini berada di Kabupaten Aceh Tamiang untuk mendampingi penanganan dampak bencana.
Bantuan kemanusiaan tersebut berasal dari PT. Srikandi yang berkeinginan menyalurkan dukungan bagi korban bencana di wilayah Sumatera. Mengingat kantor perusahaan tersebut berada di Kabupaten Mimika, penyaluran bantuan dipercayakan melalui Baznas Kabupaten Mimika sebagai perantara.
Menindaklanjuti amanah tersebut, jajaran pimpinan Baznas Kabupaten Mimika menggelar musyawarah internal guna menentukan langkah terbaik agar bantuan dapat tersalurkan secara efektif dan tepat sasaran. Hasil musyawarah menyepakati kerja sama dengan Baznas RI, khususnya tim Baznas Tanggap Bencana yang sedang bertugas langsung di lokasi terdampak di Aceh Tamiang.
Kolaborasi ini diharapkan mampu memaksimalkan distribusi bantuan, mengingat Baznas RI memiliki tim yang telah berada di lapangan dan memahami kebutuhan mendesak para penyintas. Dengan sinergi tersebut, bantuan dari PT. Srikandi dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang tengah berjuang memulihkan kondisi pascabencana.
Langkah ini menjadi wujud nyata gotong royong lintas daerah dalam misi kemanusiaan. Dari Mimika hingga Aceh Tamiang, kepedulian dirajut untuk menguatkan saudara-saudara yang sedang diuji musibah.
Baznas berharap kolaborasi seperti ini terus terjalin, sehingga semakin banyak pihak yang dapat mengambil bagian dalam menghadirkan harapan dan pemulihan bagi masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia.
11/02/2026 | MF

Bantuan Kemanusiaan untuk Aceh, CSR Srikandi Group Serahkan Dana Lewat BAZNAS
Timika, 31 Januari 2026 — Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana banjir di Sumatera, CSR Srikandi Group Timika, Papua, menggelar kegiatan Serah Terima Bantuan Banjir Sumatera pada Jumat, 31 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di PT Srikandi Mitra Karya dan dimulai sejak pukul 07.30 WIT hingga selesai.
Bantuan yang diserahkan berupa uang tunai sebesar Rp30 juta, yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat pascabencana.
Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan dan staf Baznas Kabupaten Mimika, serta pimpinan dan pegawai PT Srikandi Mitra Karya. Kehadiran kedua belah pihak mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung upaya kemanusiaan dan penanggulangan bencana, meskipun berada di wilayah yang berjauhan.
Dalam suasana yang penuh kehangatan dan solidaritas, proses serah terima bantuan berlangsung lancar. Sinergi antara CSR Srikandi Group dan Baznas Kabupaten Mimika dinilai menjadi contoh kolaborasi positif dalam menyalurkan bantuan yang tepat dan bertanggung jawab.
Melalui aksi sosial ini, CSR Srikandi Group berharap dapat turut meringankan beban masyarakat Aceh sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial dan persatuan antar daerah di Indonesia.
31/01/2026 | MF

Baznas Tanggap Bencana Mimika Salurkan Bantuan Kemanusiaan kepada Keluarga Korba
Mimika, 30 Januari 2026 — Sebagai wujud kepedulian dan empati terhadap warga yang tertimpa musibah, Baznas Tanggap Bencana Kabupaten Mimika menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada keluarga korban pembegalan. Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2026, pukul 15.00 WIT, bertempat di RSUD Kabupaten Mimika.
Bantuan diserahkan langsung oleh Baznas Tanggap Bencana Kabupaten Mimika bersama Wakil Ketua II Baznas Kabupaten Mimika Bidang Penyaluran dan Pendistribusian kepada ibu dari korban, yang saat ini tengah mendampingi anaknya dalam perawatan medis.
Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kehadiran Baznas di tengah masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit, sekaligus sebagai dukungan moral dan sosial bagi keluarga korban. Dalam suasana yang penuh keharuan, pihak Baznas menyampaikan harapan agar bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban keluarga, baik secara materi maupun psikologis.
Baznas Kabupaten Mimika menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan bergerak cepat dalam merespons kondisi darurat serta persoalan kemanusiaan yang terjadi di wilayah Mimika. Melalui aksi ini, Baznas berharap nilai kepedulian, solidaritas, dan kemanusiaan dapat terus terjaga di tengah masyarakat.
30/01/2026 | MF
Artikel Terbaru
Judul Artikel: Melawan Arus Konsumtisme: Menemukan Makna Qana’ah di Bulan Dzulqaidah untuk Kurban yang Berkah
Di tengah gempuran tren gaya hidup modern, istilah Fear of Missing Out (FOMO) seringkali menjadi pemicu utama perilaku konsumtif di masyarakat. Keinginan untuk selalu mengikuti tren belanja online, diskon kilat, hingga penggunaan fitur paylater terkadang membuat kita lupa akan prioritas ibadah yang lebih utama.
Memasuki bulan Dzulqaidah, salah satu dari empat Asyhurul Hurum (bulan yang dimuliakan), kita diajak untuk kembali menoleh pada konsep Qana’ah—merasa cukup dengan apa yang dimiliki dan menahan diri dari keinginan yang tidak perlu.
Dzulqaidah: Momentum Gencatan Senjata dari Gaya Hidup Impulsif
Secara historis, Dzulqaidah adalah bulan "gencatan senjata". Jika pada zaman Rasulullah SAW peperangan fisik dilarang keras pada bulan ini, maka di masa kini, Dzulqaidah adalah momen yang tepat untuk melakukan "gencatan senjata" terhadap hawa nafsu berbelanja impulsif.
Menahan diri di bulan Dzulqaidah memiliki tujuan strategis bagi setiap Muslim. Mengapa demikian? Karena Dzulqaidah adalah gerbang menuju bulan Dzulhijjah, bulan di mana ibadah kurban dilaksanakan.
Strategi Finansial: Prioritas di Atas Keinginan
Seringkali, alasan seseorang tidak menunaikan ibadah kurban bukan karena ketidakmampuan secara finansial, melainkan karena kesalahan dalam mengatur prioritas. Berikut adalah cara menginternalisasi nilai Dzulqaidah dalam manajemen keuangan rumah tangga:
Praktik Qana’ah: Sebelum menekan tombol "Check Out" pada keranjang belanja, tanyakan pada diri sendiri: "Apakah ini kebutuhan atau sekadar keinginan karena FOMO?"
Menabung Terencana: Gunakan sisa waktu di bulan Dzulqaidah ini untuk mengalihkan anggaran hobi atau gaya hidup menjadi tabungan kurban.
Memahami Esensi Kurban: Kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tapi menyembelih sifat "keakuan" dan ketamakan dalam diri kita.
Kurban: Investasi Langit melalui BAZNAS
Melalui zakat, infak, dan sedekah, termasuk kurban, BAZNAS mengajak masyarakat untuk mengubah gaya hidup konsumtif menjadi gaya hidup distributif. Alih-alih menghabiskan dana untuk hal yang bersifat sementara, mengalokasikan dana tersebut untuk kurban akan memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) serta mereka yang membutuhkan protein hewani untuk perbaikan gizi.
Kesimpulan
Bulan Dzulqaidah adalah waktu terbaik untuk melatih disiplin diri. Dengan mengedepankan sifat qana'ah dan membuang jauh sifat FOMO, kita tidak hanya berhasil menjaga kestabilan finansial, tetapi juga memastikan diri siap menyambut bulan Dzulhijjah dengan hewan kurban terbaik.
Mari jadikan sisa hari di bulan Dzulqaidah ini sebagai masa persiapan. Karena ibadah yang berkah berawal dari niat yang kuat dan perencanaan yang tepat.
07/05/2026 | MF
Napak Tilas Umrah Pertama Rasulullah: Rahasia Kemuliaan Dzulqaidah
Bulan Dzulqaidah sering kali terlewati dalam sunyi, terjepit di antara euforia Idul Fitri dan kemuliaan Idul Adha. Namun, bagi Rasulullah SAW, bulan kesebelas dalam kalender Hijriah ini memiliki kedudukan yang sangat istimewa, terutama dalam ibadah Umrah.
Tahukah Anda bahwa hampir seluruh ibadah Umrah yang dilakukan Rasulullah SAW terjadi di bulan Dzulqaidah? Salah satu momen paling bersejarah adalah peristiwa Umrah Hudaybiyah.
Peristiwa Hudaybiyah: Niat Suci yang Terhalang
Pada tahun ke-6 Hijriah, tepat di bulan Dzulqaidah, Rasulullah SAW bermimpi bahwa beliau bersama para sahabat memasuki Masjidil Haram dengan aman. Berpegang pada visi tersebut, beliau berangkat menuju Makkah bersama sekitar 1.400 orang sahabat tanpa membawa senjata perang, melainkan hanya pedang dalam sarungnya—simbol bahwa perjalanan ini murni untuk ibadah.
Namun, kaum kafir Quraisy menghadang rombongan di Hudaybiyah, sebuah wilayah di pinggiran Makkah. Ketegangan memuncak, hingga lahir sebuah kesepakatan yang sekilas tampak merugikan umat Islam: Perjanjian Hudaybiyah.
Poin penting dalam peristiwa ini:
Penundaan Ibadah: Umat Islam diminta pulang ke Madinah dan baru boleh kembali untuk umrah di tahun berikutnya.
Ketaatan Sahabat: Meski kecewa karena sudah merindukan Ka'bah, para sahabat tetap patuh pada perintah Rasulullah untuk melakukan tahalul (memotong rambut) dan menyembelih hewan kurban di Hudaybiyah.
Kemenangan yang Nyata: Allah SWT menyebut peristiwa ini sebagai Fathan Mubina (kemenangan yang nyata) dalam Surat Al-Fath, karena perjanjian ini membuka jalan dakwah yang luas dan diakuinya eksistensi Islam secara politik.
Mengapa Rasulullah Memilih Dzulqaidah?
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Zadul Ma’ad menjelaskan bahwa Nabi SAW melaksanakan umrah sebanyak empat kali, dan semuanya terjadi di bulan Dzulqaidah (kecuali umrah yang dibarengi dengan Haji Wada').
Ada beberapa hikmah di balik pilihan waktu ini:
Menghapus Tradisi Jahiliyah Masyarakat Jahiliyah dahulu menganggap umrah di bulan-bulan haji (termasuk Dzulqaidah) sebagai sebuah kemaksiatan besar. Rasulullah SAW sengaja melakukannya untuk mendobrak keyakinan keliru tersebut dan menunjukkan bahwa semua waktu Allah adalah baik untuk beribadah.
Ketenangan di Bulan Haram Dzulqaidah adalah salah satu dari empat Asyhurul Hurum (bulan yang dilarang untuk berperang). Memilih bulan ini memberikan rasa aman bagi para peziarah untuk fokus pada spiritualitas.
Persiapan Menuju Haji Melakukan umrah di bulan Dzulqaidah adalah bentuk "pemanasan" spiritual sebelum memasuki puncak ibadah haji di bulan berikutnya.
Menghidupkan Spirit Dzulqaidah Saat Ini
Membaca kembali sejarah Umrah Hudaybiyah mengajarkan kita tentang kesabaran dan husnudzon (prasangka baik) kepada ketetapan Allah. Rasulullah tidak memaksakan kehendak untuk masuk ke Makkah saat itu, melainkan memilih jalan damai yang justru membawa keberkahan jangka panjang.
Bagi kita yang belum berkesempatan berangkat ke Tanah Suci di bulan ini, kita tetap bisa melakukan "napak tilas" dengan cara:
Mempelajari Sirah Nabawiyah: Mendalami perjuangan Rasulullah saat dikepung kerinduan pada Baitullah namun tetap taat pada strategi dakwah.
Meningkatkan Ibadah Sunnah: Menghormati kesucian Dzulqaidah sebagai bulan haram dengan menjauhi maksiat dan memperbanyak amal kebaikan.
Menata Niat: Mulai menabung dan mendaftarkan diri untuk umrah atau haji, mengikuti jejak langkah kaki Rasulullah SAW.
Dzulqaidah bukan sekadar bulan penantian. Ia adalah bulan kemenangan diplomasi, bulan ketenangan ibadah, dan bulan di mana Rasulullah SAW mengukir sejarah kerinduan yang abadi terhadap rumah Allah
30/04/2026 | MF
Dzulqaidah: Bulan Tenang di Antara Dua Hari Raya
Di tengah keriuhan aktivitas pasca-Idul Fitri dan persiapan menyambut Idul Adha, terselip sebuah waktu yang tenang namun penuh kemuliaan. Itulah bulan Dzulqaidah. Sebagai bulan ke-11 dalam penanggalan Hijriah, Dzulqaidah sering kali terlewati begitu saja, padahal ia menyimpan keutamaan yang luar biasa sebagai salah satu dari empat Asyhurul Hurum atau bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT.
Makna di Balik Ketenangan Secara bahasa, Dzulqaidah berasal dari kata "Qa’ada" yang berarti duduk atau beristirahat. Penamaan ini bukan tanpa alasan. Dahulu, pada bulan ini masyarakat Arab memilih untuk "duduk" atau berhenti dari peperangan demi menghormati kesucian waktu dan mempersiapkan perjalanan ibadah haji.
Bagi kita saat ini, Dzulqaidah adalah momentum "istirahat sejenak" untuk mengevaluasi diri. Ia hadir sebagai jeda yang sejuk di antara kegembiraan Idul Fitri dan kekhusyukan Idul Adha, memberikan kita ruang untuk mempertebal keimanan tanpa terburu-buru.
Lipat Ganda Pahala dalam Kesunyian Sebagai bagian dari bulan-bulan haram—bersama Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab—segala bentuk amal saleh yang dilakukan di bulan Dzulqaidah akan dilipatgandakan pahalanya. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an bahwa pada bulan-bulan tersebut, kita dilarang untuk menzalimi diri sendiri.
Ini adalah undangan bagi kita semua untuk mengisi hari-hari Dzulqaidah dengan amalan terbaik. Tidak harus selalu besar; bisa dimulai dari menjaga lisan, memperbanyak zikir di sela kesibukan kantor, hingga konsisten dalam menunaikan sedekah subuh. Di mata Allah, ketulusan amalan di bulan yang tenang ini memiliki timbangan yang amat berat.
Menjemput Berkah Melalui Kepedulian BAZNAS Kabupaten Mimika mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membiarkan Dzulqaidah berlalu begitu saja. Jika di bulan Syawal kita merayakan kemenangan, maka di bulan Dzulqaidah inilah saatnya kita merawat kemenangan tersebut dengan konsistensi berbagi.
Setiap zakat, infak, dan sedekah yang kita salurkan di bulan ini bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi akhirat yang pahalanya terus mengalir di bulan yang diberkahi. Mari jadikan Dzulqaidah sebagai jembatan yang kokoh menuju hari raya kurban dengan hati yang lebih bersih dan tangan yang lebih ringan dalam memberi.
Di tengah ketenangan Dzulqaidah, mari kita tanam benih kebaikan sebanyak mungkin. Sebab di bulan yang mulia ini, sekecil apa pun ketulusan kita, ia tidak akan pernah sia-sia di hadapan Sang Pencipta.
29/04/2026 | MF
