Berita Terkini
TIM RELAWAN BAZNAS MIMIKA TERBANG KE MALAYSIA, DAMPINGI IBU CARI PUTRINYA YANG EMPAT BULAN HILANG KONTAK
MIMIKA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mimika melalui Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Kebencanaan menerjunkan tim khusus untuk mendampingi seorang ibu yang kehilangan kontak dengan putri kandungnya selama kurang lebih empat bulan. Anak perempuan dari warga berinisial CS tersebut diduga kuat saat ini berada di wilayah Malaysia dalam kondisi kesehatan yang menurun.
Wakil Ketua II BAZNAS Mimika, Agung Arie Perdana, menegaskan bahwa aksi tanggap ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS terhadap kemanusiaan. Setelah menerima laporan dari pihak keluarga, tim BAZNAS Mimika langsung bergerak cepat melakukan pengumpulan data serta pengurusan dokumen perjalanan.
"Setelah menerima laporan dan mengumpulkan berbagai informasi, kami langsung bergerak mengurus dokumen perjalanan. Berkat surat pendukung yang ada, paspor berhasil diterbitkan dalam waktu lima hari. Kami pun segera berangkat menuju Malaysia untuk melakukan pendampingan pencarian," ungkap Arie, Jumat (17/7).
Perjalanan kemanusiaan ini menempuh jalur darat yang cukup panjang. Dari Kalimantan Barat, tim bergerak melintasi rute Pontianak menuju area perbatasan Indonesia-Malaysia.
Meski sempat tertahan akibat kendala teknis dalam pemeriksaan dokumen di pos imigrasi perbatasan, tim BAZNAS berhasil melewati proses klarifikasi hingga diizinkan melanjutkan perjalanan menuju Kedutaan Besar Republik Indonesia (KJRI) di Kuching, Malaysia.
"Dari perbatasan kami menuju KJRI di Kuching. Setelah berkoordinasi dengan pihak KJRI, tim bergerak lebih jauh ke lokasi tujuan untuk melakukan pencarian lapangan bersama otoritas setempat," jelasnya.
Demi menjaga keselamatan korban serta menjaga kerahasiaan proses pencarian dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab—termasuk dugaan keterlibatan jaringan tertentu—BAZNAS Mimika sengaja menyamarkan identitas lengkap korban dan keluarga.
Arie berharap langkah responsif BAZNAS Mimika ini dapat membuahkan hasil manis sehingga korban dapat segera ditemukan dan dipulangkan ke tanah air dalam keadaan selamat.
"Kami memohon doa dari seluruh masyarakat agar proses pencarian berjalan lancar dan korban dapat segera berkumpul kembali bersama keluarganya," tutup Arie.
22/07/2026 | MF
Satu Bingkisan, Sejuta Harapan: BAZNAS Mimika Bagikan Paket Sekolah dan Snack untuk Generasi Bangsa
MIMIKA, BAZNAS – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mimika kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam mendukung dunia pendidikan dan kesejahteraan anak-anak di wilayah Mimika. Melalui program terbarunya, BAZNAS Mimika menggelar aksi sosial bertajuk "BAZNAS Berbagi Paket Sekolah dan Snack kepada Anak-Anak" pada Rabu, 1 Juli 2026.
Kegiatan yang dimulai pada pukul 15.30 WIT hingga selesai ini mengusung tema yang penuh makna: "Satu Bingkisan, Sejuta Harapan, Bersama Mencerdaskan Generasi Bangsa Membangun Mimika."
Menyalakan Asa di Awal Tahun Ajaran Baru
Pembagian paket sekolah ini momentumnya sangat tepat dengan persiapan memasuki tahun ajaran baru. BAZNAS Mimika menyadari bahwa kelengkapan fasilitas belajar adalah salah satu faktor penentu semangat anak-anak dalam menuntut ilmu.
"Melalui satu bingkisan kecil ini, kami ingin menitipkan sejuta harapan agar anak-anak di Mimika tidak berkecil hati dan tetap semangat bersekolah. Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk mencerdaskan generasi bangsa demi masa depan Mimika yang lebih gemilang," ujar perwakilan pimpinan BAZNAS Mimika di sela-sela kegiatan.
Kemeriahan dan Senyum Manis Anak-Anak
Suasana ceria dan antusiasme begitu terasa saat anak-anak berkumpul untuk menerima manfaat. Tidak hanya mendapatkan paket perlengkapan sekolah seperti tas, buku, dan alat tulis, wajah-wajah ceria mereka semakin berseri saat tim BAZNAS Mimika membagikan bingkisan snack (makanan ringan).
Aksi berbagi ini tidak sekadar memberikan bantuan fisik, tetapi juga menjadi sarana BAZNAS Mimika untuk hadir lebih dekat di tengah masyarakat dan menyebarkan kebahagiaan kepada anak-anak yang kelak akan menjadi motor penggerak pembangunan di Kabupaten Mimika.
02/07/2026 | MF
Meriahkan Bulan Muharram, BAZNAS Mimika Salurkan Bingkisan Ceria untuk Anak-Anak Berhak Secara Door to Door
TIMIKA, BAZNAS MIMIKA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mimika kembali menunjukkan komitmen dan kepeduliannya terhadap sesama. Menyambut momentum mulia bulan Muharram, BAZNAS Mimika melalui aksi sigap relawan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Mimika membagikan bingkisan spesial kepada anak-anak yang berhak menerima manfaat.
Aksi sosial yang sarat akan nilai kepedulian ini dilaksanakan pada Jumat (26/06/2026). Mengambil waktu setelah ibadah salat Ashar hingga selesai, para relawan bergerak menyusuri permukiman warga untuk memastikan bantuan psikososial dan kebahagiaan ini sampai langsung ke tangan yang tepat.
Sentuhan Langsung Melalui Metode Door to Door
Ada yang berbeda dari metode penyaluran kali ini. Guna memberikan kenyamanan serta membangun kedekatan emosional yang lebih erat dengan para mustahik, BAZNAS Mimika menerapkan teknis penyaluran secara door to door (dari rumah ke rumah).
Para relawan BTB Mimika dengan penuh semangat mendatangi satu per satu kediaman anak-anak penerima manfaat. Langkah ini diambil untuk memastikan bantuan tepat sasaran sekaligus melihat langsung kondisi riil masyarakat di lapangan.
"Kami ingin kebahagiaan menyambut bulan Muharram ini dirasakan langsung oleh anak-anak kita tanpa mereka harus mengantre panjang. Lewat metode door to door, kami bisa menyapa, memberikan semangat, dan mengukir senyum di wajah mereka secara langsung di rumah masing-masing," ujar salah satu perwakilan relawan BTB Mimika di sela-sela kegiatan.
Mengukir Senyum di Bulan Mulia
Raut wajah bahagia dan haru tidak dapat disembunyikan oleh anak-anak beserta orang tua mereka saat menerima bingkisan tersebut. Bulan Muharram yang dikenal sebagai bulan penuh berkah dan kasih sayang, khususnya bagi anak-anak yatim dan dhuafa, menjadi momentum yang sangat tepat bagi BAZNAS Mimika untuk memperluas kebermanfaatan zakat, infak, dan sedekah.
Melalui program ini, BAZNAS Mimika berharap bingkisan yang diberikan tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga menjadi dorongan moral bagi anak-anak agar tetap ceria, bersemangat, dan merasa diperhatikan oleh lingkungan sekitar.
BAZNAS Mimika juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para muzakki (pembayar zakat) dan munfik yang telah mempercayakan donasinya. Berkat dukungan tersebut, program-program kebermanfaatan seperti ini dapat terus terlaksana secara berkelanjutan di Kabupaten Mimika.
27/06/2026 | MF
Berita Pendistribusian

Siapkan Penyaluran Bantuan Tahap III untuk Korban Banjir dan Longsor di Tamiang
Upaya membantu para korban bencana banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang terus berlanjut. Memasuki tahap ketiga, persiapan penyaluran bantuan kembali dilakukan guna memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara optimal.
Kegiatan persiapan penyaluran bantuan ini dilaporkan pada Selasa (10/2/2026). Pelaksanaan penyaluran nantinya akan dilakukan oleh Baznas Tanggap Bencana (BTB) Republik Indonesia yang saat ini berada di Kabupaten Aceh Tamiang untuk mendampingi penanganan dampak bencana.
Bantuan kemanusiaan tersebut berasal dari PT. Srikandi yang berkeinginan menyalurkan dukungan bagi korban bencana di wilayah Sumatera. Mengingat kantor perusahaan tersebut berada di Kabupaten Mimika, penyaluran bantuan dipercayakan melalui Baznas Kabupaten Mimika sebagai perantara.
Menindaklanjuti amanah tersebut, jajaran pimpinan Baznas Kabupaten Mimika menggelar musyawarah internal guna menentukan langkah terbaik agar bantuan dapat tersalurkan secara efektif dan tepat sasaran. Hasil musyawarah menyepakati kerja sama dengan Baznas RI, khususnya tim Baznas Tanggap Bencana yang sedang bertugas langsung di lokasi terdampak di Aceh Tamiang.
Kolaborasi ini diharapkan mampu memaksimalkan distribusi bantuan, mengingat Baznas RI memiliki tim yang telah berada di lapangan dan memahami kebutuhan mendesak para penyintas. Dengan sinergi tersebut, bantuan dari PT. Srikandi dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang tengah berjuang memulihkan kondisi pascabencana.
Langkah ini menjadi wujud nyata gotong royong lintas daerah dalam misi kemanusiaan. Dari Mimika hingga Aceh Tamiang, kepedulian dirajut untuk menguatkan saudara-saudara yang sedang diuji musibah.
Baznas berharap kolaborasi seperti ini terus terjalin, sehingga semakin banyak pihak yang dapat mengambil bagian dalam menghadirkan harapan dan pemulihan bagi masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia.
11/02/2026 | MF

Bantuan Kemanusiaan untuk Aceh, CSR Srikandi Group Serahkan Dana Lewat BAZNAS
Timika, 31 Januari 2026 — Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana banjir di Sumatera, CSR Srikandi Group Timika, Papua, menggelar kegiatan Serah Terima Bantuan Banjir Sumatera pada Jumat, 31 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di PT Srikandi Mitra Karya dan dimulai sejak pukul 07.30 WIT hingga selesai.
Bantuan yang diserahkan berupa uang tunai sebesar Rp30 juta, yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat pascabencana.
Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan dan staf Baznas Kabupaten Mimika, serta pimpinan dan pegawai PT Srikandi Mitra Karya. Kehadiran kedua belah pihak mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung upaya kemanusiaan dan penanggulangan bencana, meskipun berada di wilayah yang berjauhan.
Dalam suasana yang penuh kehangatan dan solidaritas, proses serah terima bantuan berlangsung lancar. Sinergi antara CSR Srikandi Group dan Baznas Kabupaten Mimika dinilai menjadi contoh kolaborasi positif dalam menyalurkan bantuan yang tepat dan bertanggung jawab.
Melalui aksi sosial ini, CSR Srikandi Group berharap dapat turut meringankan beban masyarakat Aceh sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial dan persatuan antar daerah di Indonesia.
31/01/2026 | MF

Baznas Tanggap Bencana Mimika Salurkan Bantuan Kemanusiaan kepada Keluarga Korba
Mimika, 30 Januari 2026 — Sebagai wujud kepedulian dan empati terhadap warga yang tertimpa musibah, Baznas Tanggap Bencana Kabupaten Mimika menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada keluarga korban pembegalan. Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2026, pukul 15.00 WIT, bertempat di RSUD Kabupaten Mimika.
Bantuan diserahkan langsung oleh Baznas Tanggap Bencana Kabupaten Mimika bersama Wakil Ketua II Baznas Kabupaten Mimika Bidang Penyaluran dan Pendistribusian kepada ibu dari korban, yang saat ini tengah mendampingi anaknya dalam perawatan medis.
Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kehadiran Baznas di tengah masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit, sekaligus sebagai dukungan moral dan sosial bagi keluarga korban. Dalam suasana yang penuh keharuan, pihak Baznas menyampaikan harapan agar bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban keluarga, baik secara materi maupun psikologis.
Baznas Kabupaten Mimika menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan bergerak cepat dalam merespons kondisi darurat serta persoalan kemanusiaan yang terjadi di wilayah Mimika. Melalui aksi ini, Baznas berharap nilai kepedulian, solidaritas, dan kemanusiaan dapat terus terjaga di tengah masyarakat.
30/01/2026 | MF
Artikel Terbaru
Lebih dari Sekadar Keliling Ka'bah! Ini 5 Fun Facts Ibadah Haji yang Jarang Orang Tahu ?????
Sahabat BAZNAS, kalau mendengar kata "Ibadah Haji", apa hal pertama yang terlintas di pikiranmu? Menangis haru di depan Ka’bah? Berdesakan di antara jutaan umat Muslim dari seluruh dunia? Atau perjuangan fisik yang luar biasa?
Semua itu benar banget! Haji memang puncak ibadah fisik dan spiritual bagi umat Islam. Tapi, di balik kekhusyukan dan cerita-cerita mengharukan yang sering kita dengar, ternyata ada banyak fakta unik dan menarik di balik layar pelaksanaan haji yang jarang diketahui publik, lho.
Penasaran? Yuk, kita bedah beberapa fun facts seputar ibadah haji yang bakal bikin kamu makin takjub!
1. Kota Tenda Terbesar di Dunia (Rumah Sementara Jutaan Jamaah)
Pernah membayangkan sebuah kota yang isinya cuma tenda, tapi luasnya minta ampun? Selamat datang di Mina!
Saat puncak haji, kawasan Mina berubah menjadi kota tenda terbesar di dunia. Luasnya mencapai puluhan kilometer persegi dan menampung lebih dari 2 juta jamaah sekaligus. Kerennya lagi, tenda-tenda di sini bukan tenda pramuka biasa, Sahabat. Semuanya dibuat dari bahan serat kaca (fiberglass) khusus yang tahan api dan dilengkapi dengan pendingin udara (AC). Kebayang kan betapa masifnya pengelolaan tata kota dadakan ini setiap tahunnya?
2. "Bandara Rahasia" yang Hanya Buka Setahun Sekali
Bagi kamu yang suka traveling, mungkin sudah tahu Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah. Tapi tahu tidak kalau bandara ini punya Terminal Haji rahasia?
Terminal ini adalah salah satu mahakarya arsitektur terbesar di dunia, terkenal dengan atapnya yang berbentuk tenda-tenda putih raksasa. Menariknya, terminal super luas ini hanya beroperasi secara penuh selama musim haji untuk menyambut jutaan tamu Allah dari berbagai belahan dunia. Di luar musim haji dan umrah? Terminal ini langsung sunyi senyap seperti "kota hantu" yang megah.
3. Logistik Kuliner yang Bikin Geleng-Geleng Kepala
Pernah pusing mikirin menu masakan buat acara keluarga yang dihadiri 100 orang? Sekarang coba bayangkan memasak untuk 3 juta orang, tiga kali sehari, selama beberapa minggu!
Logistik makanan saat musim haji itu luar biasa kolosal. Ribuan ton beras, daging, dan sayuran diolah setiap harinya. Menariknya, pemerintah Arab Saudi dan pihak penyedia katering (termasuk dari Indonesia) selalu berusaha menyajikan makanan khas dari negara asal jamaah agar mereka tidak homesick dan tetap punya energi penuh untuk beribadah. Jadi, jangan heran kalau di makkah kamu tetap bisa ketemu bakso atau rendang!
4. Kisah Kain Kiswah: "Gaun" Ka'bah yang Bertabur Emas dan Perak
Setiap tahun, tepatnya pada hari Arafah saat jamaah sedang berkumpul di Padang Arafah, kain penutup Ka'bah (Kiswah) akan diganti dengan yang baru.
Fun fact-nya, pembuatan satu kain Kiswah ini memakan biaya sekitar Rp80-90 miliar! Kain hitam legam ini dibuat dari sutra murni seberat ratusan kilogram, dan yang bikin makin takjub, kaligrafi ayat suci Al-Qur'an yang menghiasinya dijahit secara manual menggunakan benang berlapis emas dan perak asli. Setelah dilepas, kain Kiswah yang lama biasanya dipotong-potong untuk dihadiahkan kepada tokoh-tokoh muslim dunia atau museum.
5. Gelar "Haji" yang Cuma Ada di Asia Tenggara
Kalau kamu memanggil muslim di Arab atau negara Timur Tengah dengan sebutan "Ya Haji!", mereka mungkin akan tersenyum. Kenapa? Karena di sana, kata "Haji" adalah panggilan umum untuk menghormati orang yang lebih tua atau orang asing, mirip seperti panggilan "Bapak" atau "Mas" di kita.
Tradisi menyematkan gelar "H" (Haji) atau "Hjh" (Hajjah) di depan nama asli secara formal sebenarnya adalah tradisi khas masyarakat Asia Tenggara, khususnya Indonesia dan Malaysia, yang sudah dimulai sejak zaman kolonial sebagai simbol perjuangan dan kehormatan spiritual.
19/05/2026 | MF
Judul Artikel: Melawan Arus Konsumtisme: Menemukan Makna Qana’ah di Bulan Dzulqaidah untuk Kurban yang Berkah
Di tengah gempuran tren gaya hidup modern, istilah Fear of Missing Out (FOMO) seringkali menjadi pemicu utama perilaku konsumtif di masyarakat. Keinginan untuk selalu mengikuti tren belanja online, diskon kilat, hingga penggunaan fitur paylater terkadang membuat kita lupa akan prioritas ibadah yang lebih utama.
Memasuki bulan Dzulqaidah, salah satu dari empat Asyhurul Hurum (bulan yang dimuliakan), kita diajak untuk kembali menoleh pada konsep Qana’ah—merasa cukup dengan apa yang dimiliki dan menahan diri dari keinginan yang tidak perlu.
Dzulqaidah: Momentum Gencatan Senjata dari Gaya Hidup Impulsif
Secara historis, Dzulqaidah adalah bulan "gencatan senjata". Jika pada zaman Rasulullah SAW peperangan fisik dilarang keras pada bulan ini, maka di masa kini, Dzulqaidah adalah momen yang tepat untuk melakukan "gencatan senjata" terhadap hawa nafsu berbelanja impulsif.
Menahan diri di bulan Dzulqaidah memiliki tujuan strategis bagi setiap Muslim. Mengapa demikian? Karena Dzulqaidah adalah gerbang menuju bulan Dzulhijjah, bulan di mana ibadah kurban dilaksanakan.
Strategi Finansial: Prioritas di Atas Keinginan
Seringkali, alasan seseorang tidak menunaikan ibadah kurban bukan karena ketidakmampuan secara finansial, melainkan karena kesalahan dalam mengatur prioritas. Berikut adalah cara menginternalisasi nilai Dzulqaidah dalam manajemen keuangan rumah tangga:
Praktik Qana’ah: Sebelum menekan tombol "Check Out" pada keranjang belanja, tanyakan pada diri sendiri: "Apakah ini kebutuhan atau sekadar keinginan karena FOMO?"
Menabung Terencana: Gunakan sisa waktu di bulan Dzulqaidah ini untuk mengalihkan anggaran hobi atau gaya hidup menjadi tabungan kurban.
Memahami Esensi Kurban: Kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tapi menyembelih sifat "keakuan" dan ketamakan dalam diri kita.
Kurban: Investasi Langit melalui BAZNAS
Melalui zakat, infak, dan sedekah, termasuk kurban, BAZNAS mengajak masyarakat untuk mengubah gaya hidup konsumtif menjadi gaya hidup distributif. Alih-alih menghabiskan dana untuk hal yang bersifat sementara, mengalokasikan dana tersebut untuk kurban akan memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) serta mereka yang membutuhkan protein hewani untuk perbaikan gizi.
Kesimpulan
Bulan Dzulqaidah adalah waktu terbaik untuk melatih disiplin diri. Dengan mengedepankan sifat qana'ah dan membuang jauh sifat FOMO, kita tidak hanya berhasil menjaga kestabilan finansial, tetapi juga memastikan diri siap menyambut bulan Dzulhijjah dengan hewan kurban terbaik.
Mari jadikan sisa hari di bulan Dzulqaidah ini sebagai masa persiapan. Karena ibadah yang berkah berawal dari niat yang kuat dan perencanaan yang tepat.
07/05/2026 | MF
Napak Tilas Umrah Pertama Rasulullah: Rahasia Kemuliaan Dzulqaidah
Bulan Dzulqaidah sering kali terlewati dalam sunyi, terjepit di antara euforia Idul Fitri dan kemuliaan Idul Adha. Namun, bagi Rasulullah SAW, bulan kesebelas dalam kalender Hijriah ini memiliki kedudukan yang sangat istimewa, terutama dalam ibadah Umrah.
Tahukah Anda bahwa hampir seluruh ibadah Umrah yang dilakukan Rasulullah SAW terjadi di bulan Dzulqaidah? Salah satu momen paling bersejarah adalah peristiwa Umrah Hudaybiyah.
Peristiwa Hudaybiyah: Niat Suci yang Terhalang
Pada tahun ke-6 Hijriah, tepat di bulan Dzulqaidah, Rasulullah SAW bermimpi bahwa beliau bersama para sahabat memasuki Masjidil Haram dengan aman. Berpegang pada visi tersebut, beliau berangkat menuju Makkah bersama sekitar 1.400 orang sahabat tanpa membawa senjata perang, melainkan hanya pedang dalam sarungnya—simbol bahwa perjalanan ini murni untuk ibadah.
Namun, kaum kafir Quraisy menghadang rombongan di Hudaybiyah, sebuah wilayah di pinggiran Makkah. Ketegangan memuncak, hingga lahir sebuah kesepakatan yang sekilas tampak merugikan umat Islam: Perjanjian Hudaybiyah.
Poin penting dalam peristiwa ini:
Penundaan Ibadah: Umat Islam diminta pulang ke Madinah dan baru boleh kembali untuk umrah di tahun berikutnya.
Ketaatan Sahabat: Meski kecewa karena sudah merindukan Ka'bah, para sahabat tetap patuh pada perintah Rasulullah untuk melakukan tahalul (memotong rambut) dan menyembelih hewan kurban di Hudaybiyah.
Kemenangan yang Nyata: Allah SWT menyebut peristiwa ini sebagai Fathan Mubina (kemenangan yang nyata) dalam Surat Al-Fath, karena perjanjian ini membuka jalan dakwah yang luas dan diakuinya eksistensi Islam secara politik.
Mengapa Rasulullah Memilih Dzulqaidah?
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Zadul Ma’ad menjelaskan bahwa Nabi SAW melaksanakan umrah sebanyak empat kali, dan semuanya terjadi di bulan Dzulqaidah (kecuali umrah yang dibarengi dengan Haji Wada').
Ada beberapa hikmah di balik pilihan waktu ini:
Menghapus Tradisi Jahiliyah Masyarakat Jahiliyah dahulu menganggap umrah di bulan-bulan haji (termasuk Dzulqaidah) sebagai sebuah kemaksiatan besar. Rasulullah SAW sengaja melakukannya untuk mendobrak keyakinan keliru tersebut dan menunjukkan bahwa semua waktu Allah adalah baik untuk beribadah.
Ketenangan di Bulan Haram Dzulqaidah adalah salah satu dari empat Asyhurul Hurum (bulan yang dilarang untuk berperang). Memilih bulan ini memberikan rasa aman bagi para peziarah untuk fokus pada spiritualitas.
Persiapan Menuju Haji Melakukan umrah di bulan Dzulqaidah adalah bentuk "pemanasan" spiritual sebelum memasuki puncak ibadah haji di bulan berikutnya.
Menghidupkan Spirit Dzulqaidah Saat Ini
Membaca kembali sejarah Umrah Hudaybiyah mengajarkan kita tentang kesabaran dan husnudzon (prasangka baik) kepada ketetapan Allah. Rasulullah tidak memaksakan kehendak untuk masuk ke Makkah saat itu, melainkan memilih jalan damai yang justru membawa keberkahan jangka panjang.
Bagi kita yang belum berkesempatan berangkat ke Tanah Suci di bulan ini, kita tetap bisa melakukan "napak tilas" dengan cara:
Mempelajari Sirah Nabawiyah: Mendalami perjuangan Rasulullah saat dikepung kerinduan pada Baitullah namun tetap taat pada strategi dakwah.
Meningkatkan Ibadah Sunnah: Menghormati kesucian Dzulqaidah sebagai bulan haram dengan menjauhi maksiat dan memperbanyak amal kebaikan.
Menata Niat: Mulai menabung dan mendaftarkan diri untuk umrah atau haji, mengikuti jejak langkah kaki Rasulullah SAW.
Dzulqaidah bukan sekadar bulan penantian. Ia adalah bulan kemenangan diplomasi, bulan ketenangan ibadah, dan bulan di mana Rasulullah SAW mengukir sejarah kerinduan yang abadi terhadap rumah Allah
30/04/2026 | MF
