Napak Tilas Umrah Pertama Rasulullah: Rahasia Kemuliaan Dzulqaidah
30/04/2026 | Penulis: MF
Hidupkan kembali kemuliaan bulan haram ini dengan mengenal lebih dekat perjalanan Rasulullah
Bulan Dzulqaidah sering kali terlewati dalam sunyi, terjepit di antara euforia Idul Fitri dan kemuliaan Idul Adha. Namun, bagi Rasulullah SAW, bulan kesebelas dalam kalender Hijriah ini memiliki kedudukan yang sangat istimewa, terutama dalam ibadah Umrah.
Tahukah Anda bahwa hampir seluruh ibadah Umrah yang dilakukan Rasulullah SAW terjadi di bulan Dzulqaidah? Salah satu momen paling bersejarah adalah peristiwa Umrah Hudaybiyah.
Peristiwa Hudaybiyah: Niat Suci yang Terhalang
Pada tahun ke-6 Hijriah, tepat di bulan Dzulqaidah, Rasulullah SAW bermimpi bahwa beliau bersama para sahabat memasuki Masjidil Haram dengan aman. Berpegang pada visi tersebut, beliau berangkat menuju Makkah bersama sekitar 1.400 orang sahabat tanpa membawa senjata perang, melainkan hanya pedang dalam sarungnya—simbol bahwa perjalanan ini murni untuk ibadah.
Namun, kaum kafir Quraisy menghadang rombongan di Hudaybiyah, sebuah wilayah di pinggiran Makkah. Ketegangan memuncak, hingga lahir sebuah kesepakatan yang sekilas tampak merugikan umat Islam: Perjanjian Hudaybiyah.
Poin penting dalam peristiwa ini:
-
Penundaan Ibadah: Umat Islam diminta pulang ke Madinah dan baru boleh kembali untuk umrah di tahun berikutnya.
-
Ketaatan Sahabat: Meski kecewa karena sudah merindukan Ka'bah, para sahabat tetap patuh pada perintah Rasulullah untuk melakukan tahalul (memotong rambut) dan menyembelih hewan kurban di Hudaybiyah.
-
Kemenangan yang Nyata: Allah SWT menyebut peristiwa ini sebagai Fathan Mubina (kemenangan yang nyata) dalam Surat Al-Fath, karena perjanjian ini membuka jalan dakwah yang luas dan diakuinya eksistensi Islam secara politik.
Mengapa Rasulullah Memilih Dzulqaidah?
Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitab Zadul Ma’ad menjelaskan bahwa Nabi SAW melaksanakan umrah sebanyak empat kali, dan semuanya terjadi di bulan Dzulqaidah (kecuali umrah yang dibarengi dengan Haji Wada').
Ada beberapa hikmah di balik pilihan waktu ini:
-
Menghapus Tradisi Jahiliyah Masyarakat Jahiliyah dahulu menganggap umrah di bulan-bulan haji (termasuk Dzulqaidah) sebagai sebuah kemaksiatan besar. Rasulullah SAW sengaja melakukannya untuk mendobrak keyakinan keliru tersebut dan menunjukkan bahwa semua waktu Allah adalah baik untuk beribadah.
-
Ketenangan di Bulan Haram Dzulqaidah adalah salah satu dari empat Asyhurul Hurum (bulan yang dilarang untuk berperang). Memilih bulan ini memberikan rasa aman bagi para peziarah untuk fokus pada spiritualitas.
-
Persiapan Menuju Haji Melakukan umrah di bulan Dzulqaidah adalah bentuk "pemanasan" spiritual sebelum memasuki puncak ibadah haji di bulan berikutnya.
Menghidupkan Spirit Dzulqaidah Saat Ini
Membaca kembali sejarah Umrah Hudaybiyah mengajarkan kita tentang kesabaran dan husnudzon (prasangka baik) kepada ketetapan Allah. Rasulullah tidak memaksakan kehendak untuk masuk ke Makkah saat itu, melainkan memilih jalan damai yang justru membawa keberkahan jangka panjang.
Bagi kita yang belum berkesempatan berangkat ke Tanah Suci di bulan ini, kita tetap bisa melakukan "napak tilas" dengan cara:
-
Mempelajari Sirah Nabawiyah: Mendalami perjuangan Rasulullah saat dikepung kerinduan pada Baitullah namun tetap taat pada strategi dakwah.
-
Meningkatkan Ibadah Sunnah: Menghormati kesucian Dzulqaidah sebagai bulan haram dengan menjauhi maksiat dan memperbanyak amal kebaikan.
-
Menata Niat: Mulai menabung dan mendaftarkan diri untuk umrah atau haji, mengikuti jejak langkah kaki Rasulullah SAW.
Dzulqaidah bukan sekadar bulan penantian. Ia adalah bulan kemenangan diplomasi, bulan ketenangan ibadah, dan bulan di mana Rasulullah SAW mengukir sejarah kerinduan yang abadi terhadap rumah Allah
Artikel Lainnya
Menjemput Berkah di 10 Malam Terakhir Ramadan
Refleksi Diri: Apa yang Sudah Kita Perbaiki?
Judul Artikel: Melawan Arus Konsumtisme: Menemukan Makna Qana’ah di Bulan Dzulqaidah untuk Kurban yang Berkah
Zakat: Pilar Kepedulian Sosial dalam Islam
Makna Berbagi dan Sedekah dalam Kehidupan Sehari-hari
Cara Tetap Produktif Kerja Saat Puasa
Kisah Inspiratif Sahabat Nabi di Bulan Ramadan: Teladan Kepedulian dan Iman
Manajemen Waktu antara Kerja dan Ibadah: Kunci Produktivitas dan Kehidupan Seimbang
Ide Bisnis Musiman Selama Ramadan: Peluang Menjadi Kreatif dan Produktif
Tips untuk Ide Quality Time Keluarga Setelah Tarawih di Bulan Ramadan
Ramadhan: Bulan Menata Hati dan Menguatkan Istiqomah
Malam Lailatul Qadr: Malam Penuh Kemuliaan dan Keberkahan
Tradisi Ramadan di Berbagai Daerah Indonesia
Ramadan: Bulan Penuh Berkah dan Momentum Memperbaiki Diri
Memburu Lailatul Qadr: Amalan Sederhana dengan Makna Luar Biasa

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Mimika.
Lihat Daftar Rekening →