Cegah Tragedi Kelaparan, BAZNAS Mimika Instruksikan UPZ Sisir Mustahik hingga ke Gang-gang Sempit
13/03/2026 | Penulis: Sir
Pembayaran zakat di UPZ Baznas Mimika
TIMIKA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mimika mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di wilayah Mimika untuk melakukan pendataan mustahik secara proaktif dan menyeluruh. Langkah ini diambil guna memastikan tidak ada warga, terutama anak-anak dan lansia, yang menderita kelaparan di lingkungan sekitar masjid atau posko zakat.
Wakil Ketua I Bidang Pengumpulan BAZNAS Mimika, H. Absir Budi Hamzah, SE., M.Pd, menegaskan bahwa tragedi memilukan di Kendari—di mana seorang bocah tewas saat berjualan tisu karena tidak ada beras di rumahnya—harus menjadi pelajaran pahit yang tidak boleh terjadi di Tanah Amungsa.
"Kami tidak ingin ada 'Ananda NS' lain di Mimika. Peristiwa di Kendari adalah tamparan keras bagi kita semua. Saya instruksikan kepada seluruh pengurus UPZ untuk tidak hanya menunggu di belakang meja, tapi turun langsung, sisir gang-gang sempit, datangi rumah warga. Pastikan tidak ada orang tua atau anak yang tidak bisa makan di sekitar masjid kita," tegas H. Absir dalam keterangannya, Jumat (13/03/2026).
Prioritas "Zero Hunger" di Lingkungan Masjid
Dalam himbauan resminya, H. Absir menekankan bahwa fungsi utama keberadaan UPZ bukan sekadar mengumpulkan harta, melainkan menjadi garda terdepan dalam mendeteksi kemiskinan ekstrem di wilayah masing-masing.
"Jangan sampai kita sibuk menghitung jumlah pengumpulan, sementara ada tetangga di samping masjid yang menangis karena lapar. Zakat harus hadir sebagai solusi instan bagi mereka yang tidak bisa makan hari ini," tambahnya.
Beliau juga meminta UPZ untuk berkoordinasi dengan pengurus RT/RW setempat guna mendapatkan data riil warga kategori Fakir dan Miskin. Jika ditemukan kondisi darurat, UPZ diminta segera melakukan tindakan cepat menggunakan dana infaq atau sedekah yang tersedia tanpa harus menunggu birokrasi yang panjang.
Himbauan bagi Muzakki
Selain kepada petugas, H. Absir juga mengajak seluruh masyarakat Mimika yang memiliki kelebihan harta untuk segera menunaikan zakatnya melalui lembaga resmi.
"Transparansi dan loyalitas kami adalah untuk kemaslahatan umat. Dengan menyalurkan zakat lebih awal ke BAZNAS atau UPZ resmi, kita memberikan kesempatan bagi panitia untuk mendistribusikannya lebih cepat kepada mereka yang benar-benar membutuhkan bekal pangan di bulan Ramadhan ini," tutupnya.
Saat ini, BAZNAS Mimika telah menyiagakan 9 Posko UPZ strategis dan puluhan UPZ Masjid yang tersebar di seluruh distrik untuk melayani jemput zakat maupun pendataan mustahik secara langsung. *
Berita Lainnya
Sinergi Kepedulian: BAZNAS Mimika Fasilitasi Layanan BPJS Kesehatan Gratis bagi Keluarga Prasejahtera
Dzulqa’dah: Momentum Menata Niat, Sebelum Ibadah Kurban
Wujudkan Layanan Kesehatan Inklusif, BAZNAS Mimika Dampingi Warga Urus BPJS Gratis di Kamoro Jaya
Antusiasme Zakat Meningkat di Hari Terakhir Ramadan, Relawan Siaga Hingga Malam Takbiran
Awali Pagi dengan Kebaikan, BAZNAS Mimika Salurkan Bantuan Pendidikan di SMP Cordova
Sinergi di SMA Integral Hidayatullah: BAZNAS Mimika Salurkan Bantuan Pendidikan demi Masa Depan Gemilang
BAZNAS Mimika Salurkan Bantuan Pendidikan bagi Siswa SMK Harapan
Aksi Nyata untuk Lingkungan: BAZNAS Mimika Pulihkan Aliran Sungai Yos Sudarso dari Tumpukan Sampah
BAZNAS Mimika Hadirkan Dukungan Pendidikan bagi Siswa MI dan MTs Al Ishlah
Tebar Senyum di MI At-Taqwa, BAZNAS Mimika Pastikan Pendidikan Siswa Terus Berlanjut
BAZNAS Mimika Salurkan Bantuan Biaya Pendidikan untuk Siswa SMP Yapis Ranting 2
Aksi Cepat Kemanusiaan: WAKA II BAZNAS Mimika Donor Darah untuk Bantu Pasien Darurat di RSUD
BAZNAS Mimika Perpanjang Jam Layanan Posko Zakat hingga Malam Takbiran
Ringankan Langkah Siswa, BAZNAS Mimika Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Siswa SD & SMP Muhammadiyah
UPZ Baznas Mimika Laporkan Hasil Pengumpulan dan Penyaluran Zakat, Jam Pelayanan Kantor Diperpanjang

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Mimika.
Lihat Daftar Rekening →