WhatsApp Icon

Beberapa Saran Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Berbuka Puasa

26/02/2026  |  Penulis: MF

Bagikan:URL telah tercopy
Beberapa Saran Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Berbuka Puasa

Yuk, mulai berbuka dengan air putih dan kurma, lalu lanjutkan dengan makanan bergizi

 

Berbuka puasa bukan sekadar melepas dahaga dan lapar setelah seharian menahan diri, tetapi juga momen penting untuk mengembalikan energi tubuh secara tepat. Apa yang dikonsumsi saat berbuka sangat menentukan kondisi tubuh sepanjang malam hingga sahur. Karena itu, memilih makanan yang sesuai menjadi langkah bijak agar ibadah tetap lancar dan kesehatan terjaga.

Secara ilmiah, setelah sekitar 13–14 jam berpuasa, kadar gula darah cenderung menurun dan lambung dalam kondisi kosong. Produksi asam lambung tetap berlangsung meski tidak ada makanan yang masuk. Pada saat bersamaan, metabolisme tubuh melambat untuk menghemat energi. Ketika berbuka dengan makanan yang kurang tepat, tubuh bisa “kaget” menerima asupan berlebihan, terutama gula dan lemak.

Beberapa jenis makanan sebaiknya dihindari atau tidak dikonsumsi secara berlebihan saat berbuka. Pertama, makanan dan minuman terlalu manis. Meski dapat dengan cepat menaikkan gula darah, lonjakan yang drastis justru bisa membuat tubuh lemas kembali setelahnya. Kedua, gorengan berlebihan. Kandungan lemak jenuh yang tinggi dapat memperberat kerja lambung dan memicu rasa begah. Ketiga, makanan terlalu pedas yang berisiko mengiritasi lambung yang kosong. Keempat, minuman bersoda yang dapat menyebabkan perut kembung. Terakhir, makanan berlemak tinggi karena membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna.

Jika dikonsumsi berlebihan, makanan-makanan tersebut dapat memicu gangguan pencernaan seperti maag, perut kembung, mual, hingga kenaikan berat badan selama Ramadan. Dalam jangka panjang, pola berbuka yang tidak seimbang juga dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik.

Ahli gizi umumnya menyarankan untuk berbuka secara bertahap. Mulailah dengan air putih dan kurma secukupnya untuk mengembalikan gula darah secara perlahan. Setelah itu, pilih makanan seimbang yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, sayur, dan buah. Hindari porsi berlebihan, dan beri jeda sebelum menyantap makanan utama.

Ramadan adalah momen melatih pengendalian diri, termasuk dalam hal pola makan. Dengan memilih makanan yang lebih sehat dan seimbang saat berbuka, kita tidak hanya menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga memastikan ibadah dapat dijalani dengan optimal hingga akhir bulan suci.

 
Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Mimika.

Lihat Daftar Rekening →