Berita Terkini
Antusiasme Zakat Meningkat di Hari Terakhir Ramadan, Relawan Siaga Hingga Malam Takbiran
Hari-hari terakhir Ramadan dimanfaatkan masyarakat untuk menunaikan kewajiban zakat. Sejumlah posko yang dikelola Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Mimika terpantau semakin ramai didatangi warga yang ingin menyalurkan zakat, infak, dan sedekah mereka.
Peningkatan jumlah muzaki (pemberi zakat) terlihat signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya. Warga datang silih berganti sejak pagi hingga malam, mencerminkan kesadaran yang terus tumbuh untuk berbagi kepada sesama, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri.
Para relawan di posko zakat Baznas pun tetap siaga memberikan pelayanan terbaik. Mereka tidak hanya membantu proses administrasi pembayaran zakat, tetapi juga memberikan informasi dan edukasi terkait jenis serta perhitungan zakat yang sesuai syariat.
“Kami berkomitmen untuk melayani masyarakat hingga malam takbiran. Ini adalah momen penting, dan kami ingin memastikan semua warga dapat menunaikan zakat dengan mudah dan nyaman,” ujar salah satu relawan di posko Baznas.
Suasana di posko zakat tampak hangat dan penuh semangat kebersamaan. Meski lelah, para relawan tetap menunjukkan dedikasi tinggi demi memastikan distribusi zakat berjalan optimal dan tepat sasaran.
Dengan meningkatnya partisipasi masyarakat, Baznas berharap penghimpunan zakat tahun ini dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi para mustahik (penerima zakat), terutama dalam memenuhi kebutuhan menjelang hari raya.
Fenomena ini menjadi cerminan kuatnya solidaritas sosial masyarakat, sekaligus menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga kepedulian kolektif terhadap sesama.
20/03/2026 | MF
KEJAR TARGET TRANSPARANSI: BAZNAS Mimika Tunggu Laporan Zakat UPZ Hingga Malam Takbiran
TIMIKA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mimika terus memacu pelaporan dana umat menjelang berakhirnya bulan suci Ramadhan. Hingga saat ini, tercatat baru sekitar 50 persen Unit Pengumpul Zakat (UPZ) baik dari masjid maupun instansi yang telah menyerahkan laporan hasil penghimpunan dan penyaluran Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS).
Wakil Ketua I BAZNAS Kabupaten Mimika, H. Absir Budi Hamzah, SE., M.Pd, menegaskan bahwa pihaknya memberikan tenggat waktu yang longgar namun tegas bagi UPZ yang belum melapor.
"Kami masih menunggu hingga pukul 12 malam di malam takbiran. Petugas kami siap siaga di Kantor BAZNAS Kabupaten Mimika, Jalan Yos Sudarso (Depan Bali Motor atau sekitar 50 meter dari SMAN 1 Timika)," ujar H. Absir.
Mengapa Laporan Ini Penting?
Pelaporan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan instrumen vital dalam pengelolaan dana umat. Berikut adalah beberapa poin penting mengapa setiap UPZ wajib segera melapor:
1. Pertanggungjawaban Publik: Hasil rekapitulasi akan disampaikan langsung oleh Ketua BAZNAS Mimika, H. Juma’ Aziz, di hadapan ribuan jemaah saat Salat Idul Fitri 1447 H / 2026 M di Lapangan Timika.
2. Audit Sosial: Menjamin kepercayaan masyarakat (muzakki) bahwa dana yang mereka titipkan telah dikelola dan disalurkan dengan tepat sasaran.
3. Indeks Zakat Nasional (IZN): Kepatuhan pelaporan sangat memengaruhi penilaian kemandirian ekonomi umat di wilayah Kabupaten Mimika secara nasional.
4. Kepatuhan Hukum: Sesuai dengan UU No. 23 Tahun 2011 dan PP No. 14 Tahun 2014, pengelolaan zakat harus terintegrasi, akuntabel, dan transparan.
Sinergi Demi Pengentasan Kemiskinan
BAZNAS Mimika berharap seluruh UPZ di masjid, musala, serta badan/instansi di penjuru Mimika dapat memenuhi komitmen ini. Data yang akurat akan menjadi dasar bagi BAZNAS dalam memotret potensi ekonomi umat dan mengoptimalkan distribusi zakat guna memberdayakan para mustahik di Mimika.
"Kami ingin umat Islam di Mimika mengetahui secara transparan berapa dana yang terhimpun. Dengan semangat 'Zakat Menguatkan Indonesia', mari kita tutup Ramadhan tahun ini dengan laporan yang bersih dan tuntas," tutup H. Absir.
Informasi Penyetoran Laporan:
Lokasi: Kantor BAZNAS Kabupaten Mimika (Jl. Yos Sudarso, Depan Bali Motor).
Telp Admin: 0812-4867-8069 Bidang Pengumpulan : 085243159596
Batas Waktu: Pukul 24.00 WIT (Malam Takbiran).
20/03/2026 | Sir
BAZNAS Mimika Perpanjang Jam Layanan Posko Zakat hingga Malam Takbiran
Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Mimika mengambil langkah proaktif untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Melalui Wakil Ketua I, Ustaz H. Absir Budi Hamzah, menyampaikan bahwa jam operasional posko zakat akan diperpanjang guna mengakomodasi tingginya antusiasme warga dalam menunaikan kewajiban zakat.
Kebijakan ini diambil sebagai respons atas kecenderungan masyarakat yang kerap menyalurkan zakatnya menjelang hari-hari terakhir Ramadan. Oleh karena itu, posko zakat BAZNAS Mimika tidak hanya akan beroperasi lebih lama dari biasanya, tetapi juga tetap membuka layanan hingga malam takbiran.
“Relawan akan tetap bersiaga di posko untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bahkan hingga malam takbiran,” ujar Ustaz Absir dalam keterangannya.
Langkah ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat Kabupaten Mimika dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah secara tepat waktu dan terorganisir. Selain itu, perpanjangan jam layanan juga menjadi bentuk komitmen BAZNAS Mimika dalam memastikan distribusi zakat dapat berjalan optimal dan menjangkau para mustahik yang membutuhkan.
Dengan kesiapan relawan yang akan tetap standby di posko, masyarakat diimbau untuk tidak ragu memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan. Momentum akhir Ramadan diharapkan menjadi puncak kepedulian sosial yang berdampak luas bagi kesejahteraan bersama.
19/03/2026 | MF
Berita Pendistribusian

Siapkan Penyaluran Bantuan Tahap III untuk Korban Banjir dan Longsor di Tamiang
Upaya membantu para korban bencana banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang terus berlanjut. Memasuki tahap ketiga, persiapan penyaluran bantuan kembali dilakukan guna memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara optimal.
Kegiatan persiapan penyaluran bantuan ini dilaporkan pada Selasa (10/2/2026). Pelaksanaan penyaluran nantinya akan dilakukan oleh Baznas Tanggap Bencana (BTB) Republik Indonesia yang saat ini berada di Kabupaten Aceh Tamiang untuk mendampingi penanganan dampak bencana.
Bantuan kemanusiaan tersebut berasal dari PT. Srikandi yang berkeinginan menyalurkan dukungan bagi korban bencana di wilayah Sumatera. Mengingat kantor perusahaan tersebut berada di Kabupaten Mimika, penyaluran bantuan dipercayakan melalui Baznas Kabupaten Mimika sebagai perantara.
Menindaklanjuti amanah tersebut, jajaran pimpinan Baznas Kabupaten Mimika menggelar musyawarah internal guna menentukan langkah terbaik agar bantuan dapat tersalurkan secara efektif dan tepat sasaran. Hasil musyawarah menyepakati kerja sama dengan Baznas RI, khususnya tim Baznas Tanggap Bencana yang sedang bertugas langsung di lokasi terdampak di Aceh Tamiang.
Kolaborasi ini diharapkan mampu memaksimalkan distribusi bantuan, mengingat Baznas RI memiliki tim yang telah berada di lapangan dan memahami kebutuhan mendesak para penyintas. Dengan sinergi tersebut, bantuan dari PT. Srikandi dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang tengah berjuang memulihkan kondisi pascabencana.
Langkah ini menjadi wujud nyata gotong royong lintas daerah dalam misi kemanusiaan. Dari Mimika hingga Aceh Tamiang, kepedulian dirajut untuk menguatkan saudara-saudara yang sedang diuji musibah.
Baznas berharap kolaborasi seperti ini terus terjalin, sehingga semakin banyak pihak yang dapat mengambil bagian dalam menghadirkan harapan dan pemulihan bagi masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia.
11/02/2026 | MF

Bantuan Kemanusiaan untuk Aceh, CSR Srikandi Group Serahkan Dana Lewat BAZNAS
Timika, 31 Januari 2026 — Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana banjir di Sumatera, CSR Srikandi Group Timika, Papua, menggelar kegiatan Serah Terima Bantuan Banjir Sumatera pada Jumat, 31 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di PT Srikandi Mitra Karya dan dimulai sejak pukul 07.30 WIT hingga selesai.
Bantuan yang diserahkan berupa uang tunai sebesar Rp30 juta, yang diperuntukkan bagi masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang dan Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat pascabencana.
Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan dan staf Baznas Kabupaten Mimika, serta pimpinan dan pegawai PT Srikandi Mitra Karya. Kehadiran kedua belah pihak mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung upaya kemanusiaan dan penanggulangan bencana, meskipun berada di wilayah yang berjauhan.
Dalam suasana yang penuh kehangatan dan solidaritas, proses serah terima bantuan berlangsung lancar. Sinergi antara CSR Srikandi Group dan Baznas Kabupaten Mimika dinilai menjadi contoh kolaborasi positif dalam menyalurkan bantuan yang tepat dan bertanggung jawab.
Melalui aksi sosial ini, CSR Srikandi Group berharap dapat turut meringankan beban masyarakat Aceh sekaligus memperkuat nilai kepedulian sosial dan persatuan antar daerah di Indonesia.
31/01/2026 | MF

Baznas Tanggap Bencana Mimika Salurkan Bantuan Kemanusiaan kepada Keluarga Korba
Mimika, 30 Januari 2026 — Sebagai wujud kepedulian dan empati terhadap warga yang tertimpa musibah, Baznas Tanggap Bencana Kabupaten Mimika menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada keluarga korban pembegalan. Penyaluran bantuan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2026, pukul 15.00 WIT, bertempat di RSUD Kabupaten Mimika.
Bantuan diserahkan langsung oleh Baznas Tanggap Bencana Kabupaten Mimika bersama Wakil Ketua II Baznas Kabupaten Mimika Bidang Penyaluran dan Pendistribusian kepada ibu dari korban, yang saat ini tengah mendampingi anaknya dalam perawatan medis.
Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kehadiran Baznas di tengah masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit, sekaligus sebagai dukungan moral dan sosial bagi keluarga korban. Dalam suasana yang penuh keharuan, pihak Baznas menyampaikan harapan agar bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban keluarga, baik secara materi maupun psikologis.
Baznas Kabupaten Mimika menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan bergerak cepat dalam merespons kondisi darurat serta persoalan kemanusiaan yang terjadi di wilayah Mimika. Melalui aksi ini, Baznas berharap nilai kepedulian, solidaritas, dan kemanusiaan dapat terus terjaga di tengah masyarakat.
30/01/2026 | MF
Artikel Terbaru
Memburu Lailatul Qadr: Amalan Sederhana dengan Makna Luar Biasa
Ramadan selalu menghadirkan harapan besar bagi setiap Muslim, terutama ketika memasuki sepuluh malam terakhir. Di antara malam-malam tersebut, terdapat satu malam yang begitu istimewa, yakni Lailatul Qadr—malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan. Momentum ini menjadi kesempatan emas untuk memperbanyak amalan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Namun, bagaimana cara menghidupkan malam-malam tersebut agar tidak berlalu begitu saja? Berikut beberapa amalan yang dapat dilakukan dalam rangka mencari Lailatul Qadr:
1. Menghidupkan Malam dengan Ibadah (Qiyamul Lail) Salat malam menjadi amalan utama yang dianjurkan. Tidak harus panjang, namun dilakukan dengan khusyuk dan penuh penghayatan. Salat tarawih yang dilanjutkan dengan tahajud menjadi rangkaian ibadah yang dapat menguatkan kedekatan spiritual.
2. Memperbanyak Doa, Terutama Doa Lailatul Qadr Salah satu doa yang dianjurkan adalah: “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni” (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku). Doa ini sederhana, namun memiliki makna mendalam sebagai bentuk harapan akan ampunan.
3. Membaca dan Merenungi Al-Qur’an Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Membaca, memahami, dan merenungi ayat-ayatnya menjadi amalan yang sangat dianjurkan, terutama di malam-malam ganjil pada sepuluh hari terakhir.
4. Memperbanyak Sedekah Tidak hanya ibadah personal, berbagi kepada sesama juga menjadi bagian penting. Sedekah di malam-malam ini memiliki nilai yang berlipat ganda dan dapat menjadi jalan kebaikan yang terus mengalir.
5. I’tikaf di Masjid Bagi yang mampu, berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah (i’tikaf) menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Dengan menjauh dari kesibukan dunia, hati menjadi lebih tenang dan fokus dalam beribadah.
6. Menjaga Niat dan Keikhlasan Yang tidak kalah penting adalah menjaga niat. Semua amalan akan bernilai jika dilakukan dengan ikhlas dan semata-mata mengharap ridha Allah SWT.
Pada akhirnya, Lailatul Qadr bukan hanya tentang menemukan satu malam istimewa, tetapi tentang kesungguhan dalam beribadah sepanjang malam-malam Ramadan. Konsistensi dan keikhlasan menjadi kunci utama dalam meraih keberkahan tersebut.
Jangan biarkan malam-malam terakhir Ramadan berlalu tanpa makna. Bisa jadi, satu malam yang kita isi dengan penuh keimanan akan menjadi titik balik kehidupan yang lebih baik.
18/03/2026 | MF
Malam Lailatul Qadr: Malam Penuh Kemuliaan dan Keberkahan
Malam Lailatul Qadr merupakan salah satu malam yang paling mulia dalam ajaran Islam. Malam ini sangat dinantikan oleh umat Muslim di seluruh dunia, terutama pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan. Lailatul Qadr dikenal sebagai malam yang penuh keberkahan, ampunan, dan rahmat dari Allah SWT.
Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Lailatul Qadr adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Artinya, setiap amal ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai pahala yang jauh lebih besar dibandingkan ibadah yang dilakukan selama seribu bulan atau sekitar 83 tahun. Karena keutamaannya yang sangat besar, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti shalat malam, membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdoa, serta memohon ampun kepada Allah SWT.
Lailatul Qadr terjadi pada salah satu malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, seperti malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29. Namun, waktu pastinya tidak diketahui secara pasti. Hal ini bertujuan agar umat Islam bersungguh-sungguh dalam meningkatkan ibadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadan.
Pada malam Lailatul Qadr, para malaikat turun ke bumi dengan membawa rahmat dan keberkahan hingga terbitnya fajar. Malam tersebut dipenuhi dengan kedamaian dan ketenangan bagi orang-orang yang beribadah dengan penuh keikhlasan.
Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadan dengan sebaik-baiknya. Selain meningkatkan ibadah pribadi, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak sedekah, membantu sesama, dan memperkuat kepedulian sosial.
Dengan memperbanyak ibadah dan amal kebaikan, diharapkan setiap Muslim dapat meraih kemuliaan malam Lailatul Qadr serta mendapatkan ampunan dan keberkahan dari Allah SWT. Semoga kita semua termasuk di antara orang-orang yang dipertemukan dengan malam penuh kemuliaan ini.
17/03/2026 | MF
Ramadan: Bulan Penuh Berkah dan Momentum Memperbaiki Diri
Bulan Ramadan merupakan bulan yang sangat istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Pada bulan ini, umat Muslim menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Lebih dari sekadar menahan lapar dan dahaga, Ramadan menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas keimanan, memperbaiki diri, serta memperbanyak amal kebaikan.
Puasa Ramadan merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dijalankan oleh setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Ibadah ini dimulai sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Selama waktu tersebut, umat Islam tidak hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menjaga diri dari perbuatan yang dapat mengurangi nilai pahala puasa, seperti berkata kasar, berbohong, maupun melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat.
Selain puasa, Ramadan juga dikenal sebagai bulan yang penuh dengan berbagai amalan ibadah lainnya. Umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an, melaksanakan salat tarawih, bersedekah, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Semangat berbagi biasanya semakin terasa di bulan ini, ketika banyak orang berlomba-lomba memberikan bantuan kepada yang membutuhkan, baik melalui sedekah, zakat, maupun kegiatan sosial lainnya.
Ramadan juga memiliki nilai spiritual yang sangat mendalam. Bulan ini menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk melakukan refleksi diri dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia. Kesabaran, keikhlasan, dan pengendalian diri menjadi pelajaran penting yang dilatih melalui ibadah puasa.
Di sisi lain, Ramadan juga mempererat kebersamaan dalam masyarakat. Tradisi berbuka puasa bersama, sahur bersama keluarga, hingga kegiatan keagamaan di masjid menjadi momen yang memperkuat hubungan sosial dan ukhuwah Islamiyah.
Dengan segala keutamaan yang dimilikinya, Ramadan bukan hanya sekadar rutinitas ibadah tahunan, tetapi juga kesempatan berharga untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas kehidupan spiritual. Harapannya, nilai-nilai kebaikan yang ditanamkan selama Ramadan dapat terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan setelah bulan suci ini berakhir.
16/03/2026 | MF
