WhatsApp Icon

Ditinggal Paman di Bandara Juanda, BAZNAS Mimika Gerak Cepat Pendampingan dan Upayakan Pemulangan Bocah 9 Tahun

18/08/2026  |  Penulis: MF

Bagikan:URL telah tercopy
Ditinggal Paman di Bandara Juanda, BAZNAS Mimika Gerak Cepat Pendampingan dan Upayakan Pemulangan Bocah 9 Tahun

Mari Bersama Bantu Mianus Pulang ke Mimika

TIMIKA — BAZNAS Kabupaten Mimika bergerak cepat menangani kasus anak yang terlantar di Surabaya yang dialami oleh Mianus Kobogau (9), seorang siswa sekolah dasar asal Mimika, Papua Tengah. Mianus dilaporkan sempat terlantar Surabaya, setelah ditinggalkan oleh pamannya.

Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Mimika sekaligus Komandan Relawan Mimika Respon Cepat, Agung Arie Perdana, mengungkapkan bahwa informasi tersebut pertama kali diterima saat para guru SD Negeri 2 SP 2 melapor ke Polres Mimika pada Selasa (18/8).

Menurut keterangan Arie, Mianus awalnya diajak oleh pamannya dari Mimika menuju Surabaya. Namun, setibanya di Bandara Juanda, sang paman justru meninggalkan Mianus sendirian. Naasnya, tas milik Mianus yang berisi dokumen identitas, barang pribadi, serta uang saku turut hilang di area bandara.

"Anak ini berawal dari Timika hendak dicarikan sekolah di Surabaya oleh pamannya, sehingga orang tua berupaya mencarikan uang untuk hal tersebut, namun setibanya di Bandara Juanda Surabaya, Mianus di tinggal sendirian oleh pamannya. Kemudian Mianus mencoba ikut diam diam di trek yang keluar bandara, namun hal tersebut diketahui oleh supir sehingga Mianus diturunkan di daerah Rungkut, selama di Surabaya, ia sempat beristirahat dirumah yang terbengkalai dan bertahan hidup dari belas kasih orang yang lewat hingga dia ditemukan oleh warga asal Nusa Tenggara Timur untuk dibantu. Suatu waktu di dalam saku celananya ternyata ditemukan nomor telepon wali kelas sehingga mereka bisa menghubungi pihak sekolah di Mimika dan pihak sekolah meneruskan kabar ke orang tuanya," ujar Agung.

Setelah menerima kabar tersebut, pihak sekolah bersama orang tua Mianus berupaya mencari bantuan ke berbagai instansi, mulai dari Dinas - dinas terkait dan instansi yang sekiranya dapat membantu namun tetap tidak mendapat solusi, hingga akhirnya membuat laporan di kantor Polres Mimika.

Mendapat laporan tersebut, BAZNAS Mimika bersama tim relawan langsung mengambil tindakan responsif atas dasar kemanusiaan tanpa menunggu proses yang berbelit-belit.

"Kami mengambil langkah cepat. Kebetulan ada personel kami yang akan menuju Nusa Tenggara Timur dan sebagian relawan sudah berada di sana. Satu anggota kami tertahan di Surabaya karena kehabisan tiket, sehingga saat ini Mianus berada dalam pendampingan relawan kami sambil menunggu proses pemulangannya," jelas Agung.

Saat ini, BAZNAS Mimika tengah mengupayakan penggalangan dana dan bantuan biaya perjalanan agar Mianus dapat segera diterbangkan kembali ke Mimika dan berkumpul bersama keluarganya. Agung juga mengimbau serta mengajak masyarakat luas yang memiliki kepedulian untuk turut berpartisipasi membantu meringankan biaya tiket pesawat bagi Mianus.

"Siapa pun yang ingin membantu, sekecil apa pun nilainya, sangat berarti, silahkan menghubungi BAZNAS Mimika. Harapan kami anak ini bisa secepatnya pulang ke Mimika dengan selamat dan kembali melanjutkan pendidikan," tambahnya.

Agung menegaskan bahwa BAZNAS Mimika akan terus mendampingi Mianus hingga seluruh proses pemulangan selesai dan tiba di Timika dengan selamat. Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat luas akan krusialnya pengawasan dan perlindungan terhadap anak, khususnya saat melakukan perjalanan jauh.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Mimika.

Lihat Daftar Rekening →